Latest Post

Matematika dalam Al Quran

Written By Moh Wahyudi on Selasa, 08 November 2011 | 02.33

Struktur kodetifikasi, enkripsi, bukan saja di tingkat surat dan ayat, tetapi juga sampai tingkatan ayat, kata-kata, dan huruf. Al-Qur'an menyajikan puluhan, bahkan ratusan, struktur yang sangat bervariasi dari berbagai tingkatan. Namun semua­nya tidak lepas dari bilangan prima dan prima kembar seperti 29 dan 31.

Kalimat Basmallah
 
Setiap surat berisikan sejumlah ayat yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai ayah atau "tanda kekuasaan Allah". Secara struktur, ia berhubungan dengan 29 surat berinisial dengan bentuk (10 + 19). Kalimat ini dikenal pula dengan kalimat basmallah. Ia mempunyai 4 kata dan 19 huruf Arab yang tersusun secara sistematis, dan artinya adalah "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.".1 Bilangan disusun selain berhubungan dengan angka 19 juga berhubungan dengan angka bilangan prima 29.
 
Sejak awal, dalam kalimat basmallah, kata bismi ditulis tanpa huruf alif sebagaimana halnya pada kata yang sama pada awal Surat al-A'la (Iqra'), menurut al-Qurtubi (w. 671 H), atas dasar alasan praktis. Namun az-Zarkasyi (w. 794 H) mengatakan bahwa tata cara penulisan al-Qur'an mempunyai rahasia-rahasia tertentu.2 Pendapat tersebut memang benar, sebab bila ditulis dengan huruf alif, kalimat basmallah menjadi 20 huruf, bukan 19 huruf. Kalau ditulis dengan 19 huruf, maka akan sama de­ngan banyaknya dengan huruf pada hauqalah: La haula wa la quwwata illa billah atau "Tiada daya untuk memperoleh manfaat dan tiada daya untuk menolak kesulitan kecuali dengan bantuan Allah".
 
Di bawah ini ringkasan kalimat basmallah yang diatur berdasarkan kata dan huruf Arab. Perlu diketahui, berdasarkan perbedaan dialek, bisa saja kalimat ini terdiri lebih dari 19 huruf sebagaimana pendapat sebagian kecil Muslim yang tidak menggunakan mushaf Utsmani.
 
Jumlah nomor kata adalah 1 + 2 + 3 + 4 = 10, sedangkan jumlah huruf 19! Jumlah total, nomor kata dan huruf adalah (10 + 19) = 29. Bilangan prima ke-10 adalah 29. Strukturnya istimewa apabila kita susun angka-angka nomor kata dan jumah huruf per kata, akan kita dapatkan bilangan 13243646.

TAB
EL 5.1 KALIMAT BASMALLAH DENGAN STRUKTUR 29 DAN 19
 
Jumlah  No Arab Indonesia Jumlah Huruf
1
Bism
Dengan nama
3
2
Allah
Allah
4
3
AI-Rahman
Yang Maha Pengasih
6
4
AI-Rahlm
Maha Penyayang
6
10
Total
Total
19

Perhatikan! Angka 1 adalah nomor kata dan angka 3 adalah jumlah huruf kata pertama, seterusnya angka 2 adalah nomor kata, dan 4 adalah jumlah huruf kata kedua, demikian sete­rusnya. Perhatikan berikutnya :

1 3 2 4 3 6 4 6 = 19 x 697034 = 19 x 19 x 36686 dan, ....
1+3+2+4+3+6+4+6 = 6+9+7+0+3+4= 3+6+6+8+6= 29 !

Pertanyaannya, berapa besar kemungkinan suatu kalimat, yang jumlah nomor kata dan hurufnya 29 merupakan kelipatan 19, dengan jumlah bilangan hasil baginya juga 29? Kecil sekali, hampir tidak ada. Dengan demikian, bisa dipahami bila al­Qut'an dalam pengajarannya menantang manusia dan jin untuk membuat satu ayat yang menyerupainya. Bukan saja dari sisi bahasa, arti, dan maknanya, tetapi juga dari komposisi matematisnya.
 
Kalimat basmallah dalam al-Qur'an berjumlah 114 atau (6 x 19). Tiap surat memuat kalimat pembuka basmallah, kecuali Surat at-Taubah nomor 9. Surat ini tidak memiliki kalimat pembuka basmallah! Tetapi dalam surat ke-27, Surat an-Naml, yang artinya semut, terdapat dua kalimat basmallah, satu lagi di ayat nomor 30. Perhatikan, jumlah surat dari 9 ke nomor 27 adalah 19 surat. Lebih lanjut, bila angka 9 dijumlah sampai dengan angka 27, kita dapatkan:
 
9+10+11+12+13+14+15+....+27=342; atau (19 x 18)
 
Suratat-Taubah,suratkhusus,yaitusatu-satunyasuratyang tidak mempunyai kalimat basmallah, bernomor 9. Kita lihat: jumlah 3 + 4 + 2 = 9, sama dengan jumlah (1 + 8).
 
Sisi lain, kalimat pembuka surat basrnallah hanya berjumlah 113. Angka ini merupakan bilangan prima ke-30.
 
Penempatan Nomor Surat dengan Huruf Qaf
 
Inisial huruf qaf dalam al-Qur' an sangat spesifik. Ia berhu­bungan dengan kata Qur'an yang disebut 57 kali atau (19 x 3) dalam al-Qur'an. Elarbi Bouqdib3 menemukan susunan yang dikategorikan sebagai sistem parity check. Huruf qaf dipakai untuk proteksi nama surat dan penempatan surat supaya tidak tertukar. Ia pun dipakai untuk pengawasan paritas pada surat­surat tertentu yang berhubungan dengan jumlah ayat, dan banyaknya huruf.
 
TABEL  5.2STRUKTUR NAMA SURAT YANG MEMAKAI HURUF QAF, 20 SURAT

No
Nama surat
No surat
No
Nama surat
No surat
1
AI-Baqarah (Pembukaan)
2
11
AI-Qalam (Pena)
68
2
Al-Furqan (Pembeda)
25
12
AI-Haqqah (Hari Kiamat)
69
3
AI-Qashash (Cerita-ceri[a)
28
13
AI-Qiyamah (Hari Kiamat)
75
4
Luqman
31
19
AI-Insyiqaq (Terbelahj
84
5
AI-Ahqaf (Bukit-bukit Pasir)
46
15
Ath-Thariq (Yg Datang Malam Hari).
86
6
Qaf
50
16
AI-'Alaq Segumpal Darah)
96
7
AI-Qamdr (BUlan)
54
17
AI-Qadar (Kemuliaan)
97
8
Al-Waqi' ah (Hari Kiamat)
56
18
Al-Qari' ah (Han Kiamat)
101
9
AI-Munafiqun (Orang-2 Munafik)
63
19
Quraisy (Suku Quraisy)
106
10
Ath-Thalaq (Talak)
65
20
AI-Falaq (Waktu Subuh).
113

 
Dari 114 nama surat terdapat 20 surat yang memakai huruf qaf. lintuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada Tabel 5.2.

Kodetifikasi huruf qaf ini diketahui bila kita menjumlahkan tiap digit nomor surat tersebut di atas. Jumlahnya: 2 + 2 + 5 + 2 +8+31+4+6+5+0+5+4+5+6+6+3+6+5 +1+0+6 +1+1+3=190,atau (19x10).
 
Penulis menemukan dari 20 nama surat tersebut terdapat 4 surat yang "ter-enkripsi' bernomor bilangan prima: 31, 97, 101, 113. Jumlah nomor surat tersebut adalah 31 + 97 + 101 + 113 = 342 atau (19 x 18). Artinya 20 surat ini hanya bisa menem­pati posisi nomor tertentu, dengan nama surat yang spesifik seperti di atas. Dikunci lagi dengan 4 surat harus bilangan prima, yang jumlahnya pun kelipatan 19. Kode bertingkat ini dikunci lagi dengan kaidah struktur ketiga, yaitu pembagian surat homogen dan heterogen, yang dijelaskan pada bab sebe­lumnya. Lengkap sudah, nama dan jumlah surat, nomor surat, jumlah ayat tiap surat, posisi ayat, terstruktur tidak boleh ber­ubah.
 
Penempatan Qaf dengan Nomor Surat dan Jumlah Ayat
 
Inisial huruf qaf juga menunjukkan kodetifikasi hubungan nomor surat, huruf qaf, dan jumlah ayat surat tersebut. Ini juga berarti tiap huruf sisipan fawatih, merupakan kode sendiri untuk surat-surat yang berinisial.
 
  1. Huruf qaf sebagai ayat tersendiri dimuat di surat nomor 42 pada ayat dua, yaitu asy-Syura yang artinya musyawarah. Sedangkan pada surat nomor 50 atau Surat Qaf, huruf tersebut bukan ayat tersendiri, dicantumkan pada permulaan ayat pertama. Jumlah huruf qaf masing-masing surat adalah 57, atau jumlah seluruhnya 114, sama banyak­nya dengan jumlah surat al-Qur'an.
  2. Surat nomor 42, asy-Syura, terdiri dari 53 ayat. Jumlah no­mor surat dan ayatnya 42 + 53 = 95, atau (19 x 5).
  3. Surat nomor 50, Qaf, terdiri dari 45 ayat. Jumlah nomor surat dan ayatnya pun seimbang, 50+45 = 95, atau (19 x 5).
Hubungan Basmallah, Nomer Surat, dan Jumlah Ayat
 
Enkripsi juga ditemukan antara kalimat basmallah dengan nomor surat dan jumlah ayat-ayat bilangan prima. Sebagaimana diketahui, dalam 114 surat terdapat 30 nomor surat yang merupakan bilangan prima, dan 32 surat dengan jumlah ayatnya merupakan bilangan prima. Kalimat basmallah diketahui memegang peranan yang sangat penting ketika nomor surat maupun ayat-ayatnya merupakan bilangan prima. Ia menjadi penyeimbang dan pelengkap.

 
TABEL  5.3
NOMOR SURAT DENGAN BILANGAN PRIMA &
 AYAT-AYAT MERUPAKAN BILANGAN PRIMA,
JUMLAH KELIPATAN 19
 
No
Nama surat
No surat
berupa bilanqan
prima
Jumlah ayat
bilanqan
prima
1
AI-Fatihah (Pembuka)
- 7
2
Yunus (Yunus)
- 109
3
Ar-Ra' d (Petir)
13 43
4
Asy-Syu'ara' (Para Penyair)
- 227
5
AI-Ahzab (Golongan yang Bersekutu)
- 73
6
Yasin
- 93
7
Asy-Syura (Musyawarah)
- 53
8
Az-Zukhruf (Perhiasan)
43 89
9
Ad-Dukhan (Asap)
- 59
10
AI-Jatsiyah (Yang Berlutut)
- 37
11
AI-Fath (Kemenangan)
- 29
12
AI-Hadid (Besi)
- 29
13
AI-Mumtahanah (perempuan yg diuji)
- 13
14
AI-Jumu' ah (Jum'at)
- 11
15
AI-Munafiqun (Orang-orang Munafik)
- 11
16
AI-Insan (Manusia)
- 31
17
AI-Takwir (Menggulung)
- 29
18
AI-Infithar (Terbelah)
- 19
19
Ath-Thariq (Yang Datang Malam Hari)
- 17
20
AI-A' la (Yang Paling Tiinggi)
- 19
21
Adh-Dhuha (Waktu Matahari Sepenggalah Naik)
- 11
22
AI- Alaq (Segumpal Darah)
- 19
23
Al-Qadr (Kemuliaan)
97 5
24
AI-Adiyat (Kuda Perang yg Berlari Kencang)
- 11
25
AI-Qari'  ah (Kiamat)
101 11
26
AI-Ashr (Masa)
103 3
27
AI-Fil (Gajah)
- 5
28
AI-Ma' -un (Barang-barang yang Berguna).
107 7
29
AI-Kautsar (Nikmat yang Banyak).
- 3
30
AI-Nashr (Pertolongan).
- 3
31
AI-Lahab (Gejotak Api).
- 5
32
AI-Falaq (Waktu Subuh).
113 5
 
Ada 7
Basmallah
 
1076

Jumlah bilangan menjadi :
1076 + 7 = 1083 atau (19 x 57)!

Sampai di sini pembaca tentunya dapat menyimpulkan bahwa pemakaian kalimat basmallah dalam struktur enkripsi al-Qur'an adalah sebagai pembuka, penyeimbang, dan peleng­kap-melengkapi jumlah ayat, menyeimbangkan surat dan ayat bentuk bilangan prima, serta sebagai ayat pembuka setiap surat.

Penyebutan Angka-angka

"Segala sesuatu dihitung dengan teliti satu persatu" termasuk penyebutan angka. Hanya 30 bilangan saja yang disebut al­Qur'an, yaitu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9,10,11,12,19, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 99, 100, 20Q, 300, 1.000, 2.000, 3.000, 5.000, 50.000, dan 100.000. Jumlah angka tersebut 162.146 atau (19 x 8.534)!

Paling menarik, penyebutan angka 30 dalam al-Qur'an hanya dua kali, yaitu diposisikan pada Surat al-A'raf, "tempat tinggi”, (QS 7: 142) dan Surat al-Ahqaf, "bukit-bukit pasir", (QS 46: 15). Jika dihitung jumlah digit nomor surat dan nomor ayat­nya, maka jumlahnya adalah 7 + 1 + 4 + 2 + 4 + 6 + I + 5 = 30. Luar biasa, bukan?

"Dua menghitung segala sesuatu satu persatu". ( al-Jinn 72 : 28).

Dengan demikian, jelaslah makna menghitung segala sesuatu, bukan saja amal manusia tetapi juga termasuk penulisan ayat-ayat al-Qur' an.

Lalu kita kembali lagi pada pertanyaan mengapa bilangan prima? Khususnya bilangan prima kembar?

Bilangan prima adalah bahasa universal yang dapat dikomunikasikan antara makhluk-makhluk yang berintelegen­sia tinggi. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, para pemikir matematika percaya bahwa ada hubungan dengan "desain alam semesta".

Dari sisi enkripsi, kodetifikasi atau proteksi suatu pesan, coba kita pikirkan:

Bila kita memakai angka biasa dari 1 sampai 100, maka ada enkripsi 100 bilangan. Coba kita pakai bilangan prima, maka hanya diperlukan enkripsi 25 angka saja. Dari bilangan prima tersebut, kita pakai bilangan khusus yang disebut prima kem­bar, maka dari angka 1 sampai 100 terdapat bilangan prima kembar, sebagai berikut: 3 dan 5, 5 dan 7, 11 dan 13, 17 dan 19, 29 dan 31, 41 dan 43, 59 dan 61, terakhir 71 dan 73. Cukup 8 pasang angka saja untuk enkripsi bilangan dari 1 sampai 100.

Lalu mengapa angka 19 yang menonjol ?

Menurut mufasir modern, angka 19 berhubungan dengan kata Wahid4 dalam al-Qur'an atau ber hubungan dengan simbol ke-Esa-an Tuhan, di mana jumlah nilai gematrikal-nya tiap huruf (wahid) atau al-jumal adalah 19 juga. Mufasir modern seperti Dr. Tariq mengatakan, W = 6, A = 1, H' = 8, D = 4, total 19. Dari segi bahasa, kata wahida, berasal dari kata wahada yang berarti "tak terbilang" atau "awal dari bilangan". Arti umum adalah "tidak ada bandingannya" atau "tidak ada yang menyerupainya". Kata Wahid dalam al-Qur'an disebut 20 kali, tetapi yang berhubungan dengan "Ke-Esa-an Tuhan" hanya 19 kali. Sisanya 1 kali, menyatakan bilangan yang berarti satu. Dengan demikian, beberapa mufasir ahli matematika, seperti Dr. Tariq,5 berpendapat bahwa angka 19 ini bisa diartikan simbol atau cap keesaan Tuhan.

Dari sisi struktur bilangan, pola 19 + 1 mengingatkan kita akan struktur asam amino pada DNA manusia:l9 simetris ber­pasangan dan 1 asimetris tidak berpasangan.

TABEL 5.4 TABEL AL- JUMAL, ATAU NILAI GEMATRIK TIAP HURUF ARAB

 
               
Alif
(1)
Ya'
Ta'
Ha'
Za
Wau
Ha'
Dal
Jim
Ba'
(10)
(9)
(8)
(7)
(6)
(5)
(4)
(3)
(2)
Qaf
(100)
Shad
(
90)
Fa'(80)
'Ain(70)
Sin
(
60)
Nun(50)
Mim
(
40)
Lam
(30)
Kaf(20)
Gha
(1.000)
Za
(900)
Da(800)
Dhal(700)
Kna'
(600)
Tha'
(500)
Ta'
(900)
Syin
(300)
Ra'
(200)


1. Ayat ini merupakan pernyataan yang paling kuat, bahwa Allah mempunyai sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang, di mana kalimat ini merupakan kalimat pembuka al-Qur'an--kitab bacaan yang dialamatkan bagi seluruh manusia, baik Muslim maupun non-Muslim. Hal ini menjadi catatan sendiri mengingat banyaknya evangelic dari Amerika Serikat, berpendapat bahwa Tuhan Muslim "mengajarkan kebencian terutama kebencian kepada non-Muslim."
2.   M. Quraish Shihab, Tnfsir AI-Qur 'an AI-Knrim, Pustaka Hidayah, hal. 15.
3.   Elarbi Bouqdib adalah ahli matematika kelompok Fakir 60 di Amerika Serikat, peneliti al-Qur'an
4. Lebih lanjut, baca tafsir-tafsir dari M.Quraish Shihab tentang Wahid. Kata Wahid dalam al-Qur'an disebut 20 kali, tetapi yang berhubungan dengan "Ke-Esa-an Tuhan" hanya 19 kali.
5.Dr.Tariq adalah ahli matematika, peneliti al-Qur' an di Amerika Serikat, anggota kelompok "submitter" . la mempromosikan al-Jumal untuk menafsirkan beberapa surat al-Qur'an

Enkripsi Didalam Al Quran


Enkripsi (11 + 8)
 
Pembaca telah mempelajari struktur (19 + 10) dalam al­Qui an pada bab-bab sebelumnya, untuk membentuk struktur prima kembar 29. Pada bab ini, mari kita menjelajah lebih lanjut dengan struktur (11 + 8) untuk membentuk prima kembar 19. Angka 11 juga merupakan prima kembar dari pasangan 11 dan 13. Sedangkan angka 8 adalah indeks bilangan prima 19.
 
Pertama-tama struktur yang paling sederhana adalah en­kripsi atau angka-angka kunci pada nomor ayat yang berhu­bungan dengan angka 11 dan 8.
 
Struktur (11 + 8) dan Bilangan 11
 
Kita telah mempelajari struktur (19 + 10) pada kalimat bas­mallah, dan 29 surat-surat fawatih, permulaan dengan huruf alif, lam, mim dan sebagainya. Sekarang, mari kita mengenal lebih dekat struktur (11 + 8) yang membentuk struktur bilangan prima 19 pada al-Qur' an. Angka 19 dan angka 8 di dalam al­Qur'an muncul pada Surat al-Muddatstsir (74: 30) dan Surat al-Haqqah (69: 17) - sebelumnya telah dijelaskan struktur surat ke-19. Kodetifikasi muncul ketika nomor surat dan nomor ayatnya dijumlahkan:
 
74 + 30 + 69 + 17 = 190 atau (19 x 10).
TABEL 7.1 STRUKTUR SURAT DENGAN BILANGAN (11+8)
No
Nama surat
No surat
Nama ayat
No
Nama surat
No surat
Nama ayat
1
AI-Jumu' ah
62
11
6
AIam Nasyrah
94
8
2
AI-Munafiqun
63
11
7
At-Tin
94
8
3
Adh-Dhuha
93
11
8
AI-Bayyinah
94
8
4
Al-'Adiyat
100
11
9
Az-Zalzalah
94
8
5
AI-Oari' ah
100
I1
10
At-Takatsur
102
8

Jumlah
-
55

]umlah

40

 
Mari kita lihat selanjutnya.

Pertama
, struktur yang paling sederhana, kombinasi 11 dan 8, di mana terdapat enkripsi pada 10 surat dari 114 surat al-Qur'an yang mempunyai jumlah ayat 11 dan 8. Kesepuluh surat tersebut terbagi dua: 5 surat masing­masing dengan jumlah ayat 11 dan sisanya 5 surat masing­masing dengan jumlah ayat 8. Tentu saja, karena jumlahnya berpasangan, maka jumlah ayat-ayatnya merupakan kelipatan 19, yaitu 95 atau (19 x 5). Simetris murni, seimbang dan selaras.


Kedua
, struk
tur al-Asma'ul Husna. AI-Asma'ul Husna (ismi = nama, husna = baik) adalah nama-nama yang sangat indah dari Allah swt dan sekaligus mencerminkan sifat-sifat Tuhan Yang Esa. Penelitian lebih lanjut  
1 mengungkapkan bahwa di antara nama-nama yang indah, 76 nama terdapat dalam al-Qur'an, sedangkan 23 nama lagi dalam Hadits2. Coba perhatikan angka 76 adalah enkripsi dari (4 x 19), sedangkan angka 23 adalah bilangan prima. Angka 4 berarti bahwa kalimat ini terulang 4 kali dalam al-Qur'an, sama banyaknya dengan kata Muhammad, dan syari'ah. Jumlah nama-nama yang indah semuanya 99, atau (9 x 11). Lebih lanjut akan dijelaskan nanti bahwa angka 11 berhubungan dengan benda-benda di langit: bulan, bintang dan matahari.

Kalimat al-Asma'ul Husna sendiri "kebetulan° terdiri dari 11 huruf Arab.3 Kalimat ini disebutkan dalam 4 ayat pada 4 surat yang berbeda:
 
1. AI-A'raf (7:180)

'Hanya milik Allah Asma'ul Husna, maka bermohonlah kepadan-Nya dengan menyebut Asma'ul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan".

2. Al-Isra' (17:110)

"Katakanlah 'Serulah Allah atau ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Asma'ul Husna dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu' ".

3. Thaha (20:8)
 
"Dialah Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia. Dia mempunyai Asma'ul Husna"
 
4.    Al-Hasyr (59:24)
 
"Dialah Allah Yang Menentukan, Yang Mengadakan, Yang Menbentuk Rupa, Yang Mempunyai nama-nama yang paling baik. Bertasbihlah kepada-Nya apa yang di langit dan dibumi. Dan Dialah Yang  Maha Perkasa Iagi Maha Bijaksana".
 
Enkripsi angka 11 yang lebih rumit akan diketahui bila nomor surat dan nomor ayat tersebut di atas dijumlahkan kemudian dijajarkan dalam 5 komponen.
 
Jika nomor surat tadi dijajarkan dengan hasil penjumlahannya, maka bilangan tersebut adalah kelipatan 11:
 
7172059103 = 11 x 652.005.373
 
Demikian juga, jika nomor ayat tersebut di atas dijajarkan dengan jumlah nomornya, maka:
 
180110824322 = 11 x 16.373.711.302
 
Ini berarti kalimat al-asma'ul husna hanya diposisikan pada 4 surat dengan 4 ayat tertentu saja, dengan kodetifikasi angka 11 yang tidak sederhana. Bila tertukar posisinya, maka struktur ini tidak terjadi.
 
Ketiga, struktur sederhana Surat Muhammad dengan Surat al-Muddatstsir. Kedua surat ini, bernomor 47 dan 74, mempunyai ayat 38 dan 56, sama-sama berjumlah 11 digitnya.
 
4+7=7+4=3+8=5+6=11
 
Sekali lagi, kita diyakinkan adanya hubungan kodetifikasi antara nama-nama yang indah, Nabi Muhammad saw, seruan "bagi orang yang berselimut", dan syari'ah. Tetapi bagian yang paling menarik adalah hubungan angka 11 dengan benda-benda di langit (tunggal), yang direfleksikan oleh ke-3 Surat an-Najm (Bintang), al-Qamar (Bulan), dan asy-Syams (Matahari) sedemikian rupa sehingga jumlah ke-3 nomor suratnya merupakan kelipatan 11.
 
53 + 54 + 91 = 198 atau (11 x 18).
 
Bukan suatu kebetulan, benda di langit pada sistem tata surya kita dikodekan dengan angka 11 dalam al-Qur'an, sama dengan perbedaan sistem Kalender Matahari dan Kalender Bulan, yaitu 11 hari. Coba kita perhatikan keterangan NASA tentang sistem kalender4.
 
Salah satu sistem untuk mengukur waktu yang telah berlalu atau yang akan datang adalah kalender. Sistem kalender satu tahun terdiri dari 12 bulan. Setiap Kalender Bulan, berdasarkan waktu bulan mengelilingi bumi adalah 29,53 hari. Karenanya, waktu satu tahun adalah 354,37 hari. Ini tidak sama dengan lamanya waktu dari satu musim ke musim lainnya, misal "hari pertama musim semi atau dikenal dengan vernal equinox" ke musim semi berikutnya, yaitu 365,24 hari. Berbeda 11 hari!
 
Sedangkan Kalender Matahari, berdasarkan waktu bumi mengelilingi matahari, dikenal dengan Kalender Julian atau yang kemudian diperbarui dengan sebutan Kalender Gregorian, masukan dari astronom bernama Christopher Clavius dari Itali. la menyarankan aturan khusus untuk menvesuaikan perbedaan dari 365 hari satu tahun dengan 365,24 hari aktual per tahun, yaitu dengan penyesuaian setiap 4 tahun sekali. Ber­laku bagi abad-abad yang berakhir; yang dapat dibagi dengan 400. Dengan demikian, tahun-tahun di 1800, 1900, dan 2100 tidak ditemukan tanggal 29 Februari. Hanya ada di tahun-tahun 2000 dan 2400. Pengaturan ini memungkinkan rata-rata Kalender Gregorian hanya berbeda 0,5 menit dengan waktu aktual tiap tahun, atau dengan tingkat kesalahan 1 hari dalam 3000 tahun sekali.
 
Berbeda dengan Kalender Islam yang berdasarkan Kalender Bulan. Dimulai ketika Muhammad saw hijrah ke Medinah pada tahun 622. Kemudian Khalifah Umar menetapkan hari pertama bulan Muharram sebagai awal tahun Kalender Islam, yaitu 16 Juli tahun 622. Tiap bulan bergantian 30 dan 29 hari kecuali bulan ke 12, Dzulhijjah (Dzu al-Hijjah). Ini, menariknya, berhubungan dengan angka 11 dan 19. Supaya tepat dengan aktual waktu fase bulan. 11 tahun siklus pertama, bulan Dzulhijjah di-set 30 hari, clan 19 tahun kemudian di-set 29 hari. Dengan demikian setahun bisa 354 hari atau 355 hari. Dalam 30 tahun, lengkaplah satu siklus, rata-rata 354,37 hari.
 
Jika kodetifikasi angka 11 dalam al-Qur'an merefleksikan perbedaan sistem kalender dalam tata surya kita, maka, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, angka 19 juga berhubungan dengan desain alam, fase bulan dan siklus Meton. Termasuk yang diketahui, lamanya orbit komet Halley mendekati tata surya setiap 76 tahun sekali atau (4 x 19) tahun. Apa kata sains tentang komet ini5:

Tahun 1705, Edmund Halley rnemtbuat prediksi dengan rumus Newton bahwa sebuah komet di tahun 1531, 1607, dan 1682 akan masuk ke sistem tata surya. Kemudian kembali lagi tahun 1758. Rarnalannya tepat. Akhirnya komel tersebut diberi nama dengan namanya. Orbit komet Halley rata-rata 76 fahun, tergantung dari pengaruh gravitasi di ruang angkasa. Komet ini muncu! di tahun 1970, dan kembali di tahun 1986. Penampakan kembali di sekitar tata surya kita akan terjadi di taltun 2061/2062.

Simak wawancara Michio Kaku tentang Parallcl Universes di BBC Homepage Science: berhubungan dengan bilangan 11.

Teori-M mendefinisikan 11 dimensi ruang dan waktu, terdiri dari 70 ruang dan 7 dirnensi waktu. jika kifa berbicara quantum parallel universes, maka barangkali ada alam yang "mirip" dengan alam semesta kita. Semua dimensi "bergetar" dan membuat alam semesta kita ikut "bergetar. "Getaran" tersebut tamyak seperti cahaya. Alam semesta manusia berada di 4 dimensi (3 dimensi ruang + wnktu), sisanya (di luar itu) hyper-space yang terdiri dari 7lapis dimensi ruang. Alarn semesta yang terdekat hanya berjarak kurang dari 1 mm saja. Uji coba akan dilakukan di Geneva beberapa tahun mendatang, untuk pengembangan selanjutnya.

Fenomena di atas memberi gambaran kepada pembaca bahwa pernyataan pemikir matematika seperti Galileo, studi para ilmuwan, dan al-Qur'an, benar adanya. Ada korelasi erat antara desain alam semesta - matematika - Kitab Suci-manusia. Bilangan prima banyak dipakai sebagai kode unsur alam, di antaranya anomali planet-planet, garis edar, DNA, unsur kimia, pengaturan atom, kromosom, termasuk aplikasi hukum Ben­ford, yang akan dijelaskan kemudian.


 1.   H. Mulyono Gandadiputra Prof. Dr. & H. Amir Hamzah, As maul Husna', Yayasan Masagung, Jakarta 1984, hal. 3-4.
 2.  Ibid, hal. 3.
 3. Baca lebih lanjut, Rosman Lubis dalam bukunya, Keajaiban Angka 11 dalam al-Qur' an.
 4. NASA edu: http: //littoff.msfc.nasa.gov/news/2000/news-newyear.nsy. diterima 1 Desember 2003­
5. hltp://seds.lpl.arizona.edu/nineplanets/nineplanets/halley.html
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Nahdliyin - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger