Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Dahlan Iskan: Jadi Santri Tak Perlu Minder, Saya Juga Santri

Written By Moh Wahyudi on Jumat, 25 Juli 2014 | 22.29

Dahlan Iskan: Jadi Santri Tak Perlu Minder, Saya Juga SantriJember, NU Online
Santri tidak perlu berkecil hati dalam menghadapi persiangan di luar. Sebab, santri mempunyai potensi untuk maju asal ada kemauan. Demikian dikemukakan Dahlan Iskan dalam acara silaturrahmi dengan para santri dan kiai di pondok pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur.

Menurutnya, predikat santri justru harus dijadikan pendorong untuk menuai sukses dalam setiap usahanya. “Saya dulu juga santri. Pendidikan saya juga ditempuh di lembaga (pendidikan) agama,” ujarnya pada acara yang berlangsung Ahad (20/7) itu.

Dahlan memberikan testimoni bahwa santri juga bisa berbuat banyak. Ia mencontohkan dirinya yang merintis usaha di bidang media mulai dari nol. Ketika dirinya diminta mengelola sebuah koran lokal (cikal bakal Jawa Pos), banyak yang mencibir dan meremehkan kemampuannya.

“Banyak yang bilang, bisa apa orang seperti saya, yang hanya lulusan pendidikan agama,   bisa apa. Tapi dari cibiran itu, justru saya kian bersemangat. Ruh jihad saya muncul untuk membuktikan bahwa saya juga bisa,” cerita alumni sebuah pesantren di Magetan tersebut.

Akhirnya, seperti diketahui, Dahlan berhasil memimpin Jawa Pos, dan tahun-tahun berikutnya terus berkembang menjadi bisnis media cetak dan elektronik yang menjanjikan.

Dalam kesempatan itu, Meneg BUMN tersebut juga menyinggung soal Pilpres. Menurutnya, yang terbaik bagi bangsa Indonesia pasca Pilpres ini adalah melakukan rekonsiliasi. “Jadi rekonsiliasi adalah syarat mutlak untuk membangun bangsa kedepan yang lebih baik lagi,” harapnya.

Kehadiran Dahlan di pondok pesantren asuhan KH Muhyiddin Abdusshomad itu, disambut antusias oleh segenap santri, para kiai dan para pengurus NU. (Aryudi Arazaq/Mahbib)

Pesantren Tebuireng Bagikan 700 Paket Santunan ke Dhuafa

Jombang, NU Online
Masjid Ulul Albab Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, menjadi saksi kegembiraan para fakir miskin dan dhuafa saat menerima sejumlah bingkisan hari raya dari Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng atau LSPT, Senin (21/7).  Lembaga yang berada di bawah naungan Pesantren Tebuireng ini menyelenggarakan acara buka bersama sekaligus memberikan sejumlah bingkisan kepada para kaum papa.

Kegiatan yang dikemas dalam Tebar Hikmah Ramadhan ini diawali pemberian mauidhah hasanah yang disampaikan KH Fahmi Amrullah. Dalam keterangannya, Gus Fahmi mengingatkan sejumlah kalangan khususnya mereka yang diberikan kelebihan harta untuk selalu berderma. Bahkan mereka yang tidak mempunyai kecukupan harta sekalipun, disarankan untuk tetap bersedekah.

“Dalam keadaan apapun juga, hendaknya tetap tidak meninggalkan sedekah,” tandas Pengasuh Pondok Pesantren Putri Tebuireng ini di hadapan para donatur LSPT yang berkesempatan hadir.

Gus Fahmi melanjutkan bahwa sedekah tidak harus berbentuk harta. “Tenaga, fikiran, saran dan pendapat, juga bisa menjadi sedekah bagi mereka yang tidak mempunyai ketercukupan harta,” tandasnya.

Setidaknya ada 700 paket santunan yang diberikan pada kegiatan menjelang berbuka ini. “Semua sebagai upaya memberikan rasa bahagia bagi kalangan yang kurang beruntung saat akan menyambut hari raya,” kata Pimpinan Umum LSPT, Mohammad As’ad.

Alumnus Fakultas Adab UIN Sunan Ampel Surabaya ini sangat terbantu dengan antusias para donatur dan panitia dalam mensukseskan sejumlah kegiatan. “Kebersamaan itulah yang menjadi nilai lebih dari keberhasilan berbagai kegiatan yang telah dirancang panitia,” ungkap ayah dua anak ini.

Usai menerima paket hari raya, para dhuafa dan fakir miskin diberikan menu berbuka puasa. Masing-masing mendapatkan ta’jil, makan dan minum serta snack atau makanan ringan. Kegiatan ditutup dengan shalat magrib berjamaan di masjid setempat.

Tebar Hikmah Ramadhan ini merupakai rangkaian kegiatan yang dirancang LSPT selama bulan Ramadhan. Sejumlah acara jelang dan saat Ramadhan diselenggarakan baik di sekitar pesantren hingga pemberian ta’jil di jalan protokol.

Puncak kegiatan Ramadhan akan diisi dengan pembagian zakat fitrah, baik yang diantarkan kepada sejumlah lembaga maupun para fakir miskin yang dihadirkan. “Ada 3,5 ton beras yang kami siapkan untuk kegiatan tersebut,” kata As’ad. Rincinya, ada 1,5 ton beras yang disampaikan kepada beberapa lembaga baik mushalla dan masjid. “Sedangkan 2 ton lagi akan diberikan kepada para dhuafa’ serta fakir miskin di halaman Pesantren Tebuireng,” pungkas As’ad. (Syaifullah/Mahbib)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Nahdliyin - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger